Etika di Pasar dalam Islam

Muladi Mughni

Pasar merupakan pusat terjadinya permintaan (demand) dan penyediaan (supply)“al-Hashaat” yaitu transaksi dengan cara melempar batu ke salah satu barang atau tanah, begitu batu mengenai obyek itulah yang akan dikenakan harga tertentu. Model transaksi seperti ini kemudian dilarang oleh Islam karena sarat mengandung ketidakpastian dan spekulasi. barang yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk terbentuknya suatu harga baik yang diatur oleh sistem modern maupun tradisional. Sejarah berdirinya pasar bermula dari adanya kebutuhan beberapa orang yang terdiri dari pemilik barang dan modal yang menghendaki terjadinya keterlibatan orang lain secara lebih luas. Sebelum Islam datang bangsa Arab jahiliyah pun telah menggunakan pasar sebagai pusat bisnis antara mereka, sebut saja nama-nama pasar besar seperti Dumatul Jundal yang begitu tenar di kalangan bangsa Arab. Biasanya pada awal bulan Rabi’ul Awal para pedagang Arab datang dari berbagai penjuru guna melakukan eksibisi besar-besaran di tempat tersebut. Sejarah mencatat bahwa di pasar ini dikenal suatu transaksi dengan sistem

Demikian pula nama pasar lainnya seperti al-Musyaqqar yang terkenal dengan model transaksi meraba barang (mulaamasah), dan berbisik guna menghindari bohong (hamhamah). Selain itu pasar Dzil Majaaz yang lokasinya berdekatan dengan Arafah, pasar Majannah dekat Makkah, pasar Ukaz dekat Thaif yang dikenal sebagai lokasi bertemunya para pujangga-pujangga Arab ternama.

Kedudukan pasar dalam Islam begitu tinggi, sebab selain bidang pertanian perdagangan merupakan salah satu profesi yang sangat dianjurkan oleh Islam. Karakteristik pasar Islam ialah yang di dalamnya terdapat aturan, mekanisme dan nilai-nilai Islam yang dijadikan standar aktifitas. Karakteristik inilah yang menjadi kekhasan Islam yang tidak mengenal pemisahan ranah dunia dan akherat, masjid dan pasar, agama dan politik. Aktifitas bisnis yang berorientasi materil selalu diimbangi dengan kecintaan membelanjakan harta di jalan Allah (spirituil). Kebolehan mengeruk kekayaan tidak  dilakukan dengan wasilah mengeksploitisir pihak-pihak yang lemah secara ekonomi. Jalan tengah (moderatisme) Islam menampakkan wajahnya pula pada dunia bisnis; yang dicirikan pada keberpihakannya pada kalangan pemilik modal di samping pekerja (kalangan mustad’afin).

Empat karakteristik pasar Islam

Yang dilihat dari karateristik ini bukan semata bentuk luar pasarnya saja, melainkan juga pada nuansa dan miliu yang meliputi pasar tersebut. Bagaimana nilai-nilai Islam mewarnai gerak aktifitas yang melandasi para pelaku bisnis di pasar. Jika terdapat anggapan bahwa seburuk-buruknya tempat adalah pasar, hal itu dikarenakan mudahnya perbuatan dan perkataan curang yang keluar dari para pelaku bisnis di pasar tersebut. Maka mengenali kakteristik pasar Islam merupakan keharusan seorang muslim, khususnya para pedagang.

Pertama: pelaku bisnis selalu mengontrol dirinya untuk tetap berlaku takwa, menakarkan orientasi berbisnis kepada Allah sebelum kepada manusia. Hakekat berbisnis adalah tuntutan keseimbangan yang mutlak diciptakan di antara manusia, yang berupa hubungan timbal balik antara penjual dan pembeli dalam bingkai tolong menolong.

Kedua: menghadirkan keluhuran etika dalam bermuamalat (transaksi), dengan mengedepankan sikap adil dan kebaikan (ihsan). Imam Ghazali mengatakan sikap adil dalam berdagang ibarat modal sedangkan ihsan ibarat keuntungan yang didapat. Seorang pedagang harus dapat menyeimbangkan perhitungan bisnisnya dengan mengkalkulasikan pendapatan yang diperoleh serta pengeluaran hasil keuntungan dalam bentuk kebajikan sosial.

Ketiga: menjaga syiar Islam berupa ketepatan waktu menjalankan  kewajiban-kewajiban agama, seperti sholat lima waktu, kewajiban zakat, tidak  menyembunyikan cacat yang terdapat pada barang, tidak curang, tidak menjual barang-barang yang haram atau syubhat.

Keempat: Menerapkan menagerial yang baik, seperti mencatat setiap transaksi yang dilakukan, kerapihan dalam administrasi dan pembukuan atas keluar masuknya uang berikut barang. Serta mencatat setiap perjanjian dan kesepakatan yang dibuat. Bukankah model persaksian dan pencatatan merupakan anjuran al-Qur’an dalam setiap muamalat yang seyogyanya dilakukan oleh setiap muslim (al-Baqarah: 282).

Jika keempat hal ini dapat dijalankan oleh para pedagang maka berbisnis akan diperlakukan sebagai sarana untuk menggapai keberkahan dan bukan sebagai tujuan yang kadang diperoleh dengan menghalalkan segala cara. Dengan model berbisnis seperti ini seorang ahli hikmah lebih bersimpatik kepada seseorang yang sibuk berbisnis dengan cara islami ketimbang seorang yang hanya setiap waktunya dihabiskan untuk beribadah saja. Sebab menurutnya, berbisnis merupakan pintu masuknya godaan untuk berbuat curang dan berbohong, jika seseorang tersebut dapat menghindarinya, bukankah hal itu suatu jihad ekonomi yang sangat  besar.                                                                 

Peran pemerintah terhadap regulasi pasar

Dalam sistem negara modern dewasa ini, keterlibatan negara dalam mengontrol pasar khususnya yang terkait dengan fluktuasi harga barang dan regulasi pasar semakin dibutuhkan. Kebutuhan ini semakin dirasa akibat meningkatnya pola-pola ketidakadilan para pelaku pasar bebas yang berujung pada merebaknya otoritasi kontrol harga yang terpusat pada segelintir orang. Di samping mentalitas para spekulan yang hanya berorientasi mengeruk keuntungan sepihak, dan sangat mengorbankan kepentingan rakyat. Seperti penimbunan barang-barang kebutuhan pokok khususnya pada saat permintaan barang meningkat di hari-hari besar umat Islam atau nasional seperti Ramadhan, lebaran, tahun baru dan lain-lain. Tidak mengherankan jika pada hari-hari besar tersebut tiba-tiba harga barang meningkat tajam, atau stok habis dari peredaran. Bahkan tak luput pada barang yang jelas-jelas telah mendapatkan subsidi dari pemerintah seperti gas dalam ukuran 3 kg atau minimnya minyak tanah baru-baru ini.

Peran pemerintah untuk menertibkan sekaligus memberikan kenyamanan dalam bentuk memberikan efek jera kepada para pelaku ketidakadilan di atas sungguh diharapkan. Pernah suatu waktu, harga-harga barang di pasar Madinah meningkat tajam, dan hal ini dikeluhkan oleh para sahabat kepada nabi Muhammad, dan mereka meminta kepada nabi untuk mematok harga atas barang-barang di pasar (al-tas`ir). Namun nabi menolak, dengan alasan khawatir hal itu akan merugikan para penjual dari kalangan pemilik barang. Tentu kejadian ini harus dilihat dari konteks waktu diucapkannya perkataan nabi tersebut, jika seandainya nabi masih hidup saat ini, niscaya beliau akan setuju dengan permintaan para sahabat untuk memberikan harga standar atas barang-barang yang beredar di pasar. Perubahan karakter pada pelaku bisnis dahulu dan sekarang tentunya yang merubah fatwa tersebut. Dan bukan seperti yang disangka oleh para pendukung sistem kapitalis, bahwa hakekatnya nabi mendukung pasar bebas atau sangat membela kepentingan para pemiliki modal (the capital).

Demikianlah etika pasar dalam Islam, yang tidak semata diarahkan bagi para pelaku bisnis baik pedagang dan pembeli saja, melainkan juga bagi stakeholders atau pada pembenahan sistem secara menyeluruh. Lebih jelasnya etika pasar dalam Islam ini menghendaki pembenahan sistem dan kerjasama sinergis antara semua unsur baik pelaku bisnis, masyarakat dan pemerintah.

Ihtisar:

– Kedudukan pasar dalam Islam begitu tinggi, sebab bidang perdagangan merupakan profesi yang sangat dianjurkan oleh Islam.

– Etika pasar dalam Islam menghendaki pembenahan sistem dan kerjasama sinergis antara semua unsur baik pelaku bisnis, masyarakat dan pemerintah.

–  Peran pemerintah untuk memberikan kenyamanan dalam bentuk memberikan efek jera kepada para pelaku ketidakadilan sungguh diharapkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: